Review Movie: Captain America The First Avenger

Review Movie: Captain America The First Avenger

Captain America: The First Avenger

Captain America The First Avenger, film ini sengaja dibuat sebagai fondasi awal untuk proyek besar Marvel tahun 2012 nanti; The Avengers. Diawal tahun 2000-an ini, rumah produksi Marvel memang bersemangat sekali membuat film superhero yang saling berkaitan satu-sama lainnya. Marvel mempunyai ambisi besar, yaitu untuk mempersatukan seluruh superhero tersebut dalam film besar The Avengers.

Steve Rogers diceritakan sejak awal menginginkan sekali masuk pendidikan militer untuk membela negaranya, tapi keterbatasan fisik membuatnya senantiasa ditolak, hingga selanjutnya dia mengikuti program Super Soldier dan beralih menjadi tentara berkemampuan super. Ini yang selanjutnya menjadi kekurangan film. Tentara super yang tidak ditunjukkan ke-super-annya. Adegan-adegan perang yang menampilkan Captain America bukanlah aksi heroik pahlawan super, siapa saja bisa jalankan apa yang dilakukan oleh Captain America, tidak menyediakan hal yang membuktikan bahwa dia adalah tentara super yang berkemampuan jauh diatas kebanyakan tentara normal.

Dalam film ini, Hugo Weaving yang memerankan tokoh Red Skull, musuh bebuyutan Captain America juga tidak menunjukkan akting terbaiknya. Karakternya begitu komikal, tidak cukup bengis dan kejam. Setiap Red Skull muncul dilayar selamanya terbayang karakter si wajah hijau Jim Carrey didalam film The Mask. Untungnya akting Tommy Lee Jones yang berperan sebagai Kolenel Chester Philips lumayan memberi tambahan hiburan ringan, karakternya yang serius diimbangi oleh humor-humor yang lucu melalui dialog-dialognya.

Banyak hal yang akan membuat Anda tertawa atau bingung di dalam Captain America The First Avenger ini. Jika anda mengikuti komik Captain America, the cube atau kubus biru yang nampak di dalam film barangkali terasa asing, seasing Kedatangan Howard Stark (Dominic Cooper). The cube dan Howard Stark (Dominic Cooper) di sini tak hanya sebagai bumbu cerita terhitung bertujuan sebagai penghubung nantinya di dalam The Avenger.

Rasanya ada si Narsis Robert “Iron Man” Downey Jr. di dalam Captain America The First Avenger, itu dikarenakan Howard Stark. Lompatan rangkaian cerita Captain America The First Avenger tidak benar-benar jauh jika dilihat dari bagian awal dan akhir. Efek 3D lebih dari satu scene benar-benar terasa, paling tidak Anda tidak benar-benar rugi lihat versi 3D. Saya menilai Captain America adalah superhero yang paling polos, lebih polos berasal dari Spiderman yang sebenarnya tidak teralu baik nasibnya. Maka Anda haru menonton Captain America The First Avenger untuk mengetahuinya. Biar gak penasaran mulu. Itulah ulasan singkat Review Movie: Captain America The First Avenger.

Add a Comment