Review Movie: Iron Man 1

Review Movie: Iron Man 1

Review Movie Iron Man 1

Review Movie: Iron Man 1 – Iron Man bercerita perihal Tony Stark , dia adalah seorang jenius teknologi yang membawa dampak insinyur keluar keren, dan bekerja sebagai penghasil senjata. Tapi semua itu berubah pas sebuah tragedi menimpanya di mana pada selanjutnya dia harus membawa dampak benda asing memasuki tubuhnya, tepatnya di dada untuk menjaga dirinya senantiasa hidup.

Dan semenjak itu, pola pikirnya berubah dan menjadi orang yang berbeda. Dari sini, aku mulai bersama dengan digarap Paramount, tragedi itu mulai kelam dan menimbulkan kesan yang kasihan. Saya dibikin bersimpati pada kondisi Tony sekaligus ngeri, maksudnya itu ada benda asing bulet nyambung dan itu melubangi dadanya, visualnya sadis buat saya, ok bilang aku cemen, im fine. Tapi aku bersyukur dan senang mendapat tampilan visual yang layaknya itu.

Iron Man dapat dibilang film Origin Story terbaik, kecuali tidak berkenan dibilang di MCU, setidaknya dari Phase 1 hingga 2, belum tersedia yang sebaik Iron Man. Hal yang paling membawa dampak aku terhibur supaya berani melabelinya layaknya itu adalah dikarenakan karakter. Semua karakter disini terlalu kuat dan menyenangkan. Tony Stark pertumbuhan karakternya jelas, konsekuensi, pergantian pola pikir, semua itu dikarenakan akibatnya dieksekusi bersama dengan baik, dari seorang brengsek yang seenaknya sendiri (walaupun tetap likeable buat saya) hingga menjadi orang yang menyesali perbuatannya dikarenakan sebuah tragedi.

Lanjut ke Papper Pots, karakternya mungkin ala kadarnya, tetapi kita melihat karakter yang jelas darinya, seorang asisten Tony Stark yang sudah bersama dengannya sejak dulu, mungkin menyimpan rasa pada bosnya tetapi insecure bersama dengan masalah jabatannya memadai jelas. Ya karakternya memadai seadanya, tetapi yang paling memukau adalah chemistrynya bersama dengan Tony Stark, setiap jalinan Papper dan Tony mulai menggembirakan dilihat, intim, dan dialognya memadai dalam, tidak tergamblang jelas tetapi mulai kepedulian masing-masingnya. Rhodey yang tetap diperankan Terrence Howard menyatakan jalinan yang menunjukan level pertemanannya bersama dengan Tony Stark, sekali lagi chemistynya berhasil.

Lalu Obadiah Sane, keliru satu villain paling baik di MCU bagi saya. Ok, sesungguhnya final fight, kalahnya terkesan gitu doang, tetapi sebelum itu, aura mengintimidasinya mulai kuat, motifnya terhitung jelas, dan itu tidak dapat diabaikan. Jangan lupakan terhitung Yinsen yang kendati singkat tetapi begitu terkesan. Bonusnya, film ini memasukan elemen universenya bersama dengan baik, Agen Coulson, SHIELD, Nick Fury, selalu menyita part kecil tetapi penting, tapi senantiasa tidak mengganggu film solo Iron Man ini. Eksekusi easter egg Universe yang terlalu baik.

Hal menarik lainnya ? Tentu tetap banyak. Mulai dari pengalaman techno scifi soal robotic, mesin, hologram, senjata, dan seluruh CGI itu terlalu memanjakan mata, visual experience yang menyenangkan. Oh yeah pas adegan Tony Stark berproses memakai Iron Man pertama kali setelah di cat, itu memorable banget, salah satu momen terkeren di MCU. Joke terhitung yang pada tempatnya dan cocok karakter, sukses semua, lebih-lebih dark jokes. Terakhir soal fight scene.

No, fight scene nya tidak jelek, aku senang setiap aksinya, meski tidak kompleks, momennya pas adegan itu keren, Gulmira, kejar-kejaran pesawat, final battle, keren semua. Cuma untuk final battle, misalnya saja lebih lama, ya itu Cuma ngarep saja sih, sekali kembali aku senantiasa menyukainya. Final battle yang keren, tetapi menghendaki lebih lama lagi Penasaran ya, tonton Film nya Iron Man 1. Itulah ulasan singkat mengenai Review Movie: Iron Man 1 yang bisa kamu saksikan sendiri di bioskop ataupun di internet.

 

Add a Comment