Review Movie: Thor Ragranok

Review Movie: Thor Ragranok

Review Movie Thor Ragranok

Review Movie: Thor Ragranok – Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Eric Pearson, Thor Ragnarok mempunyai latar belakang saat pengisahan yang berada terhadap dua tahun semenjak terjadinya Battle of Sokovia layaknya yang ditampilkan didalam Avengers Age of Ultron (Joss Whedon, 2015). Thor (Chris Hemsworth) kini wajib menghadapi Hela (Cate Blanchett) – kakaknya yang selama ini tidak ia ketahui keberadaannya karena ditahan dan disembunyikan oleh sang ayah, Odin (Anthony Hopkins).

Keputusan Odin untuk menghambat wanita yang menggelari dirinya dengan sebutan Ratu Kematian berikut bukan tanpa alasan. Tidak layaknya Odin yang lebih menentukan jalur perdamaian didalam memimpin Asgard, Hela tetap setia terhadap perang dan kekerasan yang menurutnya wajib dikerjakan untuk memperluas wilayah kekuasaan Asgard. Kini, sesudah terlepas berasal dari tahanan Odin, Hela yang mempunyai kapabilitas lebih besar dibandingkan dengan Thor maupun anak-anak Odin lainnya, lagi dengan pasukannya dan berusaha untuk menguasai Asgard.

Dari kualitas penceritaan, Thor Ragnarok memang sukses tampil lebih baik berasal dari Thor The Dark World. Meskipun tidak mempunyai kualitas penceritaan yang lebih istimewa kecuali dibandingkan film-film memproduksi Marvel Studios lainnya, Thor Ragnarok bercerita secara lebih lugas bersama cabang-cabang konflik dan karakter-karakter minor yang bisa diminimalisir keberadaannya. Waititi termasuk menyajikan filmnya bersama ritme pengisahan yang cenderung bergerak cepat sehingga terhindar berasal dari kejenuhan penceritaan yang dahulu menghantui Thor The Dark World. Sayangnya, fokus pengisahan yang telah dibangun Waititi seringkali mulai terdistraksi oleh guyonan yang dihadirkan.

Jangan salah. Guyonan-guyonan berikut bisa menghibur namun, di saat yang bersamaan, seringkali mengalihkan perhatian berasal dari jalur cerita utama yang memang tengah berjalan. Dari segi teknis, Thor Ragnarok tampil memuaskan. Kredit khusus layak disematkan pada Mark Mothersbaugh yang – daripada menghadirkan atmosfer Hans Zimmer pada penataan musik latar dalam banyak adegan seperti pada banyak film-film pahlawan super lainnya – menyajikan nuansa musik elektronik berasal dari th. 1980an yang kemudian, secara mengejutkan, menyebabkan film ini mulai lebih segar.

Dari departemen akting, Thor Ragnarok diberkahi bersama deretan penampilan prima dari para pemerannya. Penampilan Hemsworth sebagai pembawaan Thor ada lebih dinamis dalam film ini. Penampilan terbaiknya sebagai Thor mungkin? Begitu termasuk bersama Mark Ruffalo yang ada menemani Hemsworth bersama perannya sebagai Bruce Banner/Hulk. Chemistry erat yang disediakan Hemsworth dan Ruffalo dalam tiap-tiap pertukaran dialog mereka seringkali menghasilkan momen-momen paling mengasyikkan dalam film ini.

Tom Hiddleston termasuk lagi ada dalam perannya sebagai Loki. Dengan karakterisasi yang sekarang tampil lebih tenang dan lebih bersahabat terhadap Thor, Hiddleston tetap bisa menjadikan karakternya terlihat menarik – biarpun bersama pengisahan seadanya dan seringkali menghilang begitu saja dari jalinan cerita. Jeff Goldblum, Idris Elba dan Karl Urban termasuk mengalami nasib yang sama. Tampil menarik tapi gagal untuk dimaanfatkan secara lebih maksimal.

Berbicara perihal departemen akting Thor Ragnarok, penampilan yang paling mencuri perhatian memahami datang dari Blanchett dan Tessa Thompson. Setelah Kedatangan Julianne Moore sebagai sosok villain dalam Kingsman: The Golden Circle (Matthew Vaughn, 2017) yang memadai mengecewakan, Waititi menambahkan porsi pengisahan yang lebih luas bagi pembawaan Hela yang diperankan Blanchett. Tentu saja, Blanchett gampang mengeksekusi pembawaan terlalu meyakinkan. Hal yang serupa termasuk bisa dikerjakan oleh Thompson.

Berperan sebagai salah satu anggota pasukan wanita yang dimiliki kerajaan Asgard yang dinamakan Valkyrie, Thompson bisa menjadikan karakternya terlihat tangguh tapi tetap mempunyai sisi kelembutan dan humor yang serupa kuat. Kualitas yang makin memperkokoh posisi Thor Ragnarok sebagai presentasi yang terlalu mengasyikkan untuk diikuti. Itulah ulasan mengenai Review Movie: Thor Ragranok yang bisa kamu tonton sendiri movie nya.

Add a Comment